Skip to main content

Surga Ikan Asin Di Tanjung Binga



Kampung nelayan di  Desa Tanjung Binga menjadi salah satu sentra produksi ikan asin yang ada di Kabupaten Belitung, mayoritas warganya yang berprofesi sebagai nelayan membuat sebagian besarnya juga menggantungkan hidup pada hasil tangkapan laut. 


Disinilah ikan jenis leisi dan lampas biasa digunakan sebagai bahan baku dari ikan kering atau ikan asin. Aktifitas pembuatan ikan dimulai sejak pagi hari, para nelayan yang sejak dua hari melaut, pulang untuk mengolah hasil tangkapan mereka. Sepanjang pesisir pantai desa ini tertutupi oleh tempat penjemuran ikan. Sejauh mata memandang sejauh itu juga tempat penjemuran ikan ini terbentang.

Ikan leisi atau lampas yang berhasil ditangkap akan langsung dicuci dan ditaburi garam lalu kemudian dikeringkan dengan cara dijemur selama dua hari. Tidak hanya diasinkan ikan-ikan ini juga ada yang diolah dengan cara langsung direbus lalu dikeringkan tanpa proses penggaraman terlebih dulu. Proses perebusan biasanya membuat ikan ini tahan lebih lama.


Ikan asin yang siap jual akan dikemas dalam kardus dan kirim ke luar provinsi, seperti Kalimantan dan Jawa. Berat perkardus mencapai 40 kilogram dan dihargai 500 ribu Rupiah, masyarakat luar Desa yang berminat juga dapat langsung membeli ke pemukiman nelayan di Desa ini.
Aktifitas nelayan di Desa Tanjung Binga cenderung sepi jika musim angin barat atau gelombang tinggi melanda perairan Belitung. Sebagian ada yang tetap melaut menuju perairan Belitung timur dan wilayah lainnya berharap mendapatkan hasil laut yang melimpah.




Comments

  1. Kerenn yah potensi baharinya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. banget!!! belitung emang keren, nggak bosen-bosen datang kesini kalo urusan wisata pantainya..

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

PULAU CELAGEN

THE KOLONG

Sebenernya ini bukan tempat wisata tapi entah kenapa media sosial berhasil menyulap lahan pasca tambang ini menjadi menarik dan mengundang penasaran banyak orang.
Orang Bangka manggilnya kolong, atau gubangan besar bekas aktifitas penambangan, belum tahu jenis tambang legal atau sebaliknya, lagian legal atau tidak legal disini sudah jadi hal yang biasa didengar..
Setau saya kawasan pasca tambang ini tergolong lahan kritis, atau lahan yang tidak produktif untuk ditanami jenis tanaman perkebunan, pertanian dan holtikultura. Akhir-akhir ini tidak jarang banyak orang pintar yang mencoba mngubah lahan pasca tambang  menjadi lahan subur dan produktif. Memang bukan keniscayaan, toh ada lahan pasca tambang yang sekarang menjadi kawasan agrowisata dipangkalpinang, terintegrasi dan menjadi subur. intinya-mah bisa kalau ada kemauan.
Letaknya di Desa Air Bara Kecamatan Air Gegas Kabupaten Bangka Selatan, banyak orang mengenalnya dengan sebutan air bara atau aik barre ada juga yang bilang air biru,…

EKSOTIKA PONGOK

Ini untuk kedua kalinya saya berkunjung menuju kecamatan kepulauan Pongok kabupaten Bangka selatan. Setelah pada Februari 2016 lalu saya juga sempat berkunjung ke kecamatan yang sama untuk melihat proses pembuatan ikan kering disentra ikan asin Desa Celagen.

Selain Desa Celagen kecamatan kepulauan Pongok memang memiliki satu Desa lainnya yaitu Desa Pongok, dari hampir 4000 jiwa warga Pongok 90 persennya berprofesi sebagai nelayan. Hasil laut memang menjadi kekayaan andalan dari Desa ini, tidak jauh berbeda dengan Desa Celagen. Jika kedatangan pertama saya ke kecamatan ini untuk mencari tahu potensi hasil lautnya, kali ini saya berniat untuk melihat potensi wisata bahari dan keindahan bawah laut dari Desa Pongok. Rasa penasaran akan keindahan kecamatan ini memang menjadi daya tarik yang saya simpan sejak kunjungan pertama ke Pulau ini, dan syukur Alhamdulillah bisa kesampaian. 

Di temani oleh kawan-kawan dari dinas kelautan dan perikanan Kabupaten Bangka selatan, perjalanan mengeksplorasi…